Di zaman sekarang ini, kesuksesan bisa menjadi milik siapa saja, dari yang muda hingga tua, dari pria hingga wanita bahkan dari yang pintar hingga bodoh. Seringkali orang mengeluh atas usaha yang telah mereka kerjakan dan tidak jarang, beberapa orang memilih untuk banting setir atau bahkan berhenti di tengah usaha kerasnya tersebut.

Beberapa orang memilih menyerah dengan keadaan, tetapi beberapa lainnya memilih untuk terus mendaki hingga mencapai puncak. Lantas, apa jurus jitu hingga beberapa orang memilih untuk tidak menyerah dengan keadaan dan terus mendaki hingga ke puncak dan meraih kesuksesan?

  1. Kreatif

Manusia bertahan hidup dengan kreativitasnya, bahkan manusia purba dapat bertahan hidup karena kreativitas mereka sehingga dapat menemukan api dan berbagai jenis aktivitas lainnya lahir dari kreativitas. Dalam bisnis, kreativitas kita diuji, mulai dari kreatif dalam memilih bisnis, kreatif dalam memilih tujuan pasar dan kreatif dalam mengelola bisnis. Di zaman yang semakin padat persaingan seperti sekarang, kita harus kreatif dalam memilih pasar yang jarang orang minati tetapi dibutuhkan oleh banyak orang.

  1. Optimis dan Cintai apa yang kita pilih

Seorang pebisnis harus mencintai bisnisnya sendiri, karena jika tidak, bisnis juga tidak akan mencintai pebisnis itu. Selain mencintai bisnis, seorang pebisnis juga harus optimis dalam menjalankan bisnisnya, harus terus berusaha hingga puncak, jika belum mencapai puncak, maka itu berarti usaha yang kita lakukan belum maksimal. Seseorang yang menyerah di tengah usahanya biasanya dipenuhi dengan berbagai pikiran negatif, seperti minder dan tidak percaya diri dengan apa yang akan dan telah dilakukannya, bahkan tidak jarang orang tersebut tidak tahan mendengar cemoohan orang lain. Ingat, semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin yang akan meniupnya. Jangan mudah menyerah.

  1. Berbagi ilmu

Ketika sukses, beberapa orang memilih untuk menutup rapat-rapat ilmu yang dimilikinya karena mereka merasa bahwa ilmu tersebut terlalu mahal dan memilih untuk menguncinya rapat-rapat. Bahkan beberapa orang yang telah sukses tidak ingin berbagi ilmu dengan alasan tidak ingin memiliki saingan dan tidak ingin melihat orang lain sukses. Banyak orang bilang, “Sedekah tidak akan mengurangi hartamu.” Itu benar, sedekah tidak akan membuat kita miskin, baik itu sedekah dalam bentuk harta ataupun ilmu.

Sedekah dalam bentuk ilmu merupakan sedekah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan akhirat kita, karena selama orang menerapkan ilmu yang kita pelajari dan ilmu kita dipelajari oleh orang lain, maka pahala akan selalu mengalir di diri kita. Dengan berbagi ilmu, kita juga bisa memperluas jaringan bisnis kita, karena bukan tidak mungkin, suatu saat orang yang kita beri ilmu akan lebih sukses dari kita dan otomatis jaringan bisnispun meluas dan kita mendapatkan banyak keuntungan.

Jurus jitu di atas tercermin dari seorang pria bernama Ammar Mandili, seorang pria yang kreatif mencari peluang dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mayoritas pria dan memanfaatkan peluang tersebut. Ammar menjalankan bisnis Thug Clay, sebuah minyak rambut yang memiliki banyak manfaat dan tentunya dengan harga terjangkau, sehingga semua orang dapat mencoba produk ini.

Dengan kreativitasnya, Ammar sudah mendapatkan penghasilan ratusan juta dalam sebulan. Selain itu, Ammar juga tak henti menimba ilmu dan terbukti sekarang ia menempuh pendidikan di Singapura. Selain itu, Ammar juga sempat berbagi ilmu kepada beberapa pemuda daerah tentang Digital Marketing. Tentunya, semua jurus telah diterapkan oleh Ammar Mandili hingga ia dapat menikmati kesuksesan yang telah ia bangun sendiri. Jika Anda berminat membeli produk Thug Clay, dapat dicek di pelurusrambut.com atau bisa juga di instagram @indohaircut.

Jadi, tunggu apalagi, segera cek instagram @indohaircut dan juga jangan lupa gunakan Thug Clay untuk tampilan yang selalu rapi dan menawan.