QR code merupakan kependekan dari Quick Response code. Nama lain yang sering digunakan adalah “barcode”. Saat ini penggunaan barcode tidak hanya pada industri otomotif saja. Sekarang, barcode juga sering dicantumkan pada desain kartu nama. Sebagai penyedia jasa kartu nama, penting sekali untuk mengetahui seluk-beluk QR code ini.

Apa Itu Barcode?

Secara umum, barcode merupakan sekumpulan kode yang disajikan dalam bentuk garis serta spasi. Masing-masing punya ketebalan garis serta spasi yang berbeda, tapi disesuaikan dengan isi dari code itu sendiri. Dulu, barcode pertama kali ditemukan oleh dua anak muda jenius bernama Norman Joseph Woodland & Bernand Silver pada akhir 1940-an.

Apa Isi Kode yang Biasa Dicantumkan pada Kartu Nama?

Meski kelihatannya cuma garis-garis tak menentu, barcode ini sebetulnya merangkum banyak informasi sekaligus. Mulai dari nomor HP atau telepon, alamat e-mail, alamat website, serta teks penting. Untuk membaca apa yang tertera pada garis-garis tersebut bisa menggunakan alat khusus. Namanya QR Code Scanner.

Saat ini, pembaca barcode sudah bisa lewat smartphone. Terutama untuk versi smartphone terbaru yang kompleks. Dengan adanya barcode, tentu sangat memudahkan dalam pembuatan kartu nama. Jadi, sebagai penyedia jasa kartu nama, Anda tinggal fokus ke masalah desain keseluruhan kartu nama. Mulai dari penempatan logo sampai pemilihan jenis hurufnya.

Apa Saja Manfaat Penting dari Adanya Barcode?

  • Memudahkan Akses Informasi Penting

Ke depannya, kemungkinan besar barcode tidak hanya bisa dibaca oleh pengguna smartphone. Sebab, daripada menulis versi teks yang bisa memakan banyak space pada kartu nama, mending terangkum dalam barcode. Sederhana dan cepat tersampaikan.

  • Kartu Nama Jadi Lebih Futuristik

Dari segi desain, keberadaan barcode memang tak begitu membantu. Sebab, dari awal memang tidak dirancang untuk menambah nilai estetika suatu barang atau hasil desain. Tapi, efek “canggih” yang terwakili dengan adanya barcode bisa bikin tampilan kartu nama jadi terasa lebih futuristik.

Apa Saja Jenis Barcode yang Ada saat Ini?

Berdasarkan jenisnya, barcode dibedakan menjadi 2 macam, yakni linear code dan matrix code. Untuk linear code itu sama dengan barcode dalam bentuk 1 dimensi. Dalam linear code, ada istilah code 39, code 128, interleaved 2 of 5, dan UPC atau universal prouct code. Keempat istilah tersebut memiliki fungsi dan karakteristik masing-masing.

Pada code 39, barcode-nya punya panjang yang variatif. Biasanya digunakan untuk kepentingan tanda pengenal identitas. Untuk code 128, barcode-nya punya kerapatan yang sangat tinggi dan terdiri dari baris panjang nan variatif. Sedangkan UPC seringkali digunakan untuk pelabelan pada produk ritel.

Bagaimana dengan matrix code? Inilah yang sekarang tengah dikembangkan. Soalnya bisa dimuat dalam ruang kecil. Tampilannya juga beda-beda, meski informasi yang dimuat sama persis. Untuk membaca barcode jenis matrix code ini bisa menggunakan scanner khusus. Sedangkan untuk mencetaknya, bisa pakai printer biasa.

Apakah Perlu Memberikan File QR Code Asli ke Klien?

Kalau ini hukumnya wajib. Perihal warna QR code bisa disesuaikan dengan keinginan klien. Ketika menyerahkan file asli, sebaiknya buat dalam format yang lengkap. Baik untuk kepentingan pencantuman via kartu nama, website, serta kebutuhan cetak. Misal berformat AI, PSD, CDR, PNG, JPG, dan EPS.

Dengan fasilitas jasa kartu nama khusus yang menyertakan pembuatan barcode, bisa menjadi nilai plus tersendiri untuk bisnis desain Anda. Pihak klien pun akan dengan senang hati membayar lebih berkat kelengkapan informasi pada kartu nama yang Anda buat.